Tenang Dalam Setiap Sikap


Oleh: Ustadz Thoifin
Saudaraku yang baik, ketenangan menjadi sesuatu yang dibutuhkan setiap orang. Terutama ketika sedang menghadapi masalah atau saat hendak mengambil keputusan. Orang yang tenang tidak pernah galau, panik tergesa-gesa, tidak emosional, tidak overacting. Orang tenang akan bisa menerima informasi lebih banyak, hingga dia bisa lebih memahami. Sedangkan orang yang emosional pendek kemampuan memahaminya, akibatnya kalau merespon akan tidak bagus karena keterbatasan pemahamannya.

Ketenangan pun akan membawa kewibawaan, atau karisma tersendiri bagi pemiliknya. Ia akan disegani oleh teman dan lingkungannya. Sebaliknya, orang yang overacting tidak akan memiliki kharisma. Terutama, kepada para calon pemimpin dalam skala apapun, ia harus berlatih mengendalikan diri, tetap tenang dalam kondisi bagaimanapun sulitnya. Dan, tenang bukan berarti lamban. Nabi Muhammad SAW adalah manusia paling tenang, tetapi berjalannya sangat gesit. Karena ketenangan tidak ada kaitannya dengan waktu, melainkan dengan pengendalian diri, artinya dia tetap gesit, tangkas tidak ada gurau berlebih, atau berteriak-teriak. Pribadi yang kalem senyum berukir jernih, tidak pula banyak bicara kalau memang tidak perlu bicara. Akibatnya, orang yang tenang mendapat ilmu yang lebih banyak, mendapatkan kemampuan memilih keputusan lebih baik.

Namun, ketenangan harus diupayakan agar tidak berujung menjadi sombong. Cirinya adalah ketika ia tidak peduli kepada orang lain. Dia diam tapi tidak mau mendengarkan. Malah mungkin asyik melakukan kegiatan yang lain (saat orang lain berbicara padanya). Atau, ada orang yang diam karena dia tengah memikirkan bantahan kepada orang lain, bukannya mengemas manfaat dari pembicaraan yang didengarnya.

Sehingga, tenangya kita responsif, tidak justru pelit. Reponsif seseorang memang bisa dipengaruhi oleh banyaknya keinginan, demografi (asal tempat menetapnya), lingkungan, tekanan kesulitan. Namun itu bisa diubah kalau memang ingin berubah. Nabi Muhammad SAW sendiri tertawa bila orang lain tengah melucu. Demikian pula bagi seorang pemimpin, keputusan terbaik adalah ketika ia memang memiliki akses informasi lengkap. Makin lengkap informasi makin akurat keputusannya. Dan informasi itu sendiri tidak boleh diambil hanya dari satu pihak. Kita harus belajar dari kedua belah pihak, baru mengambil keputusan. Dan yang harus kita sadari adalah tidak ada keputusan tanpa resiko, semua keputusan ada resikonya. Kita hanya perlu menghitung resiko yang paling minimal.

Beberapa tindakan yang bisa membuat kita hidup tenang baik hati dan pikiran :
1. Pandai Bersyukur
Kita harus sering melihat kondisi orang yang berada di bawah kita dan membatasi melihat oang-orang yang berada di atas kita. Kita akan merasa cukup walaupun hidup sederhana apa adanya. Apa yang kita dapat akan lebih bermakna dibandingkan orang yang memiliki segunung harta tetapi selalu merasa kurang.

2. Jangan terlalu Mengejar Cita-Cita Keduniawian
Menghabiskan sebagian besar waktu demi mencari materi akan membuat kita menyesal di kemudian hari. Gunakan sebagian waktu yang ada untuk beramal, beribadah, sedekah, membangun keluarga yang bahagia, memberi kontribusi bagi lingkungan sosial masyarakat, dan lain sebagainya.

3. Bantu Orang Lain & Selalu Berbuat Kebaikan Serta Amal Shaleh
Bangun suasana yang akrab dan kekeluargaan dengan saudara, tetangga dan orang-orang di lingkungan kita karena manusia adalah makhluk sosial. Lingkungan sosial yang baik akan membantu kita hidup saling tolong-menolong satu sama lain, bergotong-royong, musyawarah untuk mufakat, saling menjaga, dan lain sebagainya.

4. Manajemen Emosi
Jaga emosi dan nafsu kita karena mereka dapat menghancurkan kita dan meninggalkan kita dalam penderitaan. Latih nafsu dan emosi dengan puasa. Jangan mudah terpancing emosi. Jadilah orang yang baik dan hindari menjadi orang jahat / penjahat. Biarkan saja orang lain bilang apa / melakukan apa, karena dunia penuh dengan ujian dan persoalan.

5. Hidup Sederhana
Dengan hidup sederhana kita akan selalu merasa berkecukupan dan hidup tenang lahir batin. Hidup mewah dan gelamor butuh biaya yang tidak sedikit dan harus terus menjaga image dengan banyak daya upaya. Dengan hidup sederhana dan rendah diri kita tidak akan mudah stres. Fokuslah ke kekayaan non materi dan fisik (kecantikan/ketampanan) karena orang akan lebih menghargai kita jika kita punya banyak kemampuan yang tidak dimiliki orang lain tetapi kita tidak sombong.
Semoga dapat membantu kita semua hidup tenang dunia dan akhirat
Wallahu a`lam.

SOAL LATIHAN OLIMPIADE SAIN 1

Silahkan download <a href="http://www.4shared.com/file/ZAYndngn/SOAL_OSN_SD-MI_2005.html" target=_blank>SOAL OSN SD-MI 2005.rar</a>



SOAL LATIHAN OLIMPIADE SAINS SD

Management Waktu

Oleh : Lilis Budiarsih S.Pd

Dalam Al-Qur’anul Karim Surat Al-Ashr (103): 1-3, Allah berfirman yang artinya sebagai berikut.
1. Demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Ayat di atas menjelaskan bahwa manusia memang benar-benar berada dalam kerugian apabila tidak memanfaatkan waktu yang telah diberikan oleh Allah secara optimal untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan baik. Hanya individu-individu yang beriman dan kemudian mengamalkannyalah yang tidak termasuk orang yang merugi, serta mereka bermanfaat bagi orang banyak dengan melakukan aktivitas dakwah dalam banyak tingkatan. Lebih lanjut, dalam Al-Qur’an surat Al-Imran (3) ayat 104, Allah berfirman, “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.”
            Setiap muslimah yang memahami ayat di atas, tentu saja berupaya secara optimal mengamalkannya. Dalam kondisi kekinian dimana banyak sekali ragam aktivitas yang harus ditunaikan, ditambah pula berbagai kendala dan tantangan yang harus dihadapi.
            Seorang muslimah haruslah pandai untuk mengatur segala aktivitasnya agar dapat mengerjakan amal shalih setiap saat, baik secara vertikal maupun horizontal. Secara vertikal, dirinya menginginkan sebagai ahli ibadah, dengan aktivitas qiyamullail, shaum sunnah, bertaqarrub illallah, dan menuntut ilmu-ilmu syar’i. Dalam hubungannya secara horizontal, ia mengerjakan kewajiban di wilayah domestiknya seperti mengatur kegiatan rumah tangga , seperti, melayani suami, memasak, mengurus anak2 serta menginginkan bermuamalah dengan masyarakat, mencari maisyah membantu suami , menunaikan tugas dakwah di lingkungan masyarakat, maupun di tempat-tempat lainnya.
            Semua itu tentu saja harus diatur secara baik, agar apa yang kita inginkan dapat terlaksana secara optimal, tanpa harus meninggalkan yang lain. Misalnya, ada orang yang lebih memfokuskan amalan-amalan untuk bertaqarrub ilallah, tanpa bermu’amalah dengan masyarakat. Ada juga yang lebih mementingkan kegiatan muamalah dengan masyarakat, tetapi mengesampingkan kegiatan amalan ruhiyahnya.

Dalam hal ini, manajemen waktu untuk merencanakan, mengatur, dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang ada haruslah memiliki landasan-landasan berikut.:
1.      Pembuatan skala prioritas kegiatan
Mengetahui urutan ibadah dan prioritas, serta mengklasifikasi berbagai masalah adalah faktor penting dalam mengatur waktu agar menghasilkan kerja yang optimal. Dengan membuat skala prioritas, akan menghindarkan dari ketidakteraturan kegiatan.


2.      Menghindari penundaan kegiatan
Sebaiknya kegiatan yang telah kita rencanakan serta menjadi prioritas hendaknya segera dikerjakan pada waktu yang telah ditentukan.Apabila hal ini mengalami penundaan pastinya kegiatan-kegiatan yang lain akan berkurang pula waktunya secara otomatis kita akan kehabisan waktu bahkan kekurangan waktu untuk mengerjakan kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan.Jadi bersegeralah menunaikan pekerjaan atau amanah yang telah kita rencanakan maupun di bebankan kepada kita.  Mengenai hal ini berikut cerita yang dapat kita renungkan bersama.
Beberapa waktu setelah wafatnya khalifah Sulaiman bin Abdul Malik, diangkatlah Umar bin Abdul Aziz sebagai khalifah, beliau beranjak menuju rumahnya dan masuk ke dalam kamarnya. Beliau ingin sekali istirahat barang sejenak setelah menguras tenaganya karena banyaknya kesibukan pasca wafatnya khalifah.
Akan tetapi, belum lagi lurus punggungnya di tempat tidur, tiba-tiba datanglah putra beliau yang bernama Abdul Malik ketika itu dia berumur 17 tahun dan berkata,
Abdul Malik                      :  Apa yang ingin anda lakukan wahai amirul mukminin?
Umar bin Abdul Aziz    : Wahai anakku, aku ingin memejamkan mata barang sejenak karena   sudah tak ada lagi tenaga yang tersisa.
Abdul Malik                         : Apakah anda akan tidur sebelum mengembalikan hak orang-orang yang dizalimi  wahai Amirul Mukminin?
Umar bin Abdul Aziz          : Wahai anakku, aku telah begadang semalaman untuk mengurus pemakaman pamanmu Sulaiman, nanti jika datang waktu dzuhur aku akan shalat bersama manusia dan akan aku kembalikan hak yang didzalimi kepada pemiliknya, Insya Allah.
 Abdul Malik                        : Siapa yang menjamin bahwa Anda masih hidup hingga datang waktu dhuhur wahai Amirul Mukminin?
            Kata-kata ini menggugah semangat Umar, hilanglah rasa kantuknya, kembalilah semua kekuatan dan tekad pada jasadnya yang telah lelah. Beliau berkata ,” Mendekatlah engkau Nak!”Lalu mendekatlah putra beliau lalu beliau merangkul dan mencium keningnya sembari berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah mengeluarkan dari tulang sulbiku seorang anak yang dapat membantu melaksanakan agamaku.”
            Subhanallah,cerita di atas dapat memberikan contoh betapa pentingnya kita memanfaatkan waktu untuk  menunaikan amanah dengan segera tanpa harus menunda-nunda. Semoga kita termasuk orang yang selalu menunaikan amanah dengan segera. Amiiin.      

  





HARAPAN TIDAK PERNAH SIRNA


Sebagai seorang pendidik, tentunya kita memiliki harapan – harapan besar yang kita wujudkan. Baik itu dalam jangka panjang maupun dalam jangka pendek. Harapan begitu penting dalam hidup, sebab tanpa harapan, hidup kita akan selesai.
Harapan yang ingin kita wujudkan tentunya harapan yang dirahmati dan diridhoi Allah. Sesungguhnya harapan akan berbanding lurus dengan ilmu. Dalam surah Al – Hijr : 56 Allah berfirman : Ibrahim berkata : tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Allah, kecuali orang – orang yang sesat. Hanya orang – orang yang sesat ( mereka yang tidak memiliki ilmu ) yang telah berputus asa dari rahmat Nya. Banyak orang yang merasa sudah berilmu, tetapi jika ia masih berputus asa, maka dialah yang termasuk golongan orang yang sesat. Untuk itu, agar kita terhindar dari rasa putus asa, kuncinya kita mau membuka hati untuk menerima ilmu dari manapun datangnya. Tidak ada ilmu yang sia – sia. Seringkali seseorang menutup hati karena ilmu yang didapat tidak sesuai dengan yang diinginkan. Kadang juga, banyak orang terjebak, mereka belajar bukan untuk mencari jalan yang benar, tetapi untuk membenarkan apa yang mereka lakukan. Jika ternyata tidak mendukung, maka ilmu itu akan ditolaknya. Karena itu, jika kita menemukan pengetahuan dan ilmu yang mungkin tidak kita disukai.
Pekerjaan, tugas, dakwah bisa jadi sebuah beban yang sangat besar. Saat kita merasa berat memikilnya, bahkan sampai pada diri ini mau jatuh. Kita harus mempunyai dasar yang kuat. Ibarat sebuah bangunan, kita harus membangun fondasi yang kuat tidak mudah roboh jika diterjang oleh apapun. Fondasi itu tiada lain adalah iman. Orang yang beriman akan merasakan semangat kembali, ketika mereka diingatkan dalam surah Al – Baqarah : 286 “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
Semoga kita menjadi barisan diantara wanita mu’minah yang tidak pernah mengenal putus asa dan yakin bahwa harapan tidak pernah sirna selama iman ada di dada serta mampu mewujudkan harapan besar dalam hidup.

PSB 2011



PENGUMUMAN SELEKSI PENERIMAAN SISWA BARU
SD ISLAM INTEGRAL LUQMAN AL HAKIM PURWODADI
TAHUN AJARAN 2011 - 2012

                  NO       NAMA                                 KETERANGAN

1.              YASMIN SALWA NAFISAH                       Tidak diterima
2.              SALISYA CHIKA RAHMAWATI                  Diterima
3.              GHEFIRA GANDHI AZIZAH                        Diterima
4.              ALYA SUCI RAHMAWATI                          Diterima                                 
5.              FAJAR ADE                                                Diterima
6.              NILAM DWI A'IDAH                                     Diterima
7.              LUTFI MAELANI                                          Diterima
8.              ZAHRA MUSTIKA AULIA N                        Diterima
9.              DWI ROBY S                                               Diterima
10.           ALODIA ZAHRA                                         Diterima
11.           MAVALIDO MIKDAM                                   Diterima
12.           BAITUNNISA'                                               Diterima
13.           JAUHARA DZAKIA A                                  Diterima
14.           SHAFIRA NI'MATUS                                    Diterima
15.           KRESNA DEWA                                           Diterima
16.           SHEILA OKTAVIANA                                  Diterima
17.           FASIA ELIKA                                               Diterima
18.           HANIF FIKRI                                                 Diterima
19.           ULFATIN NADIROH                                      Diterima
20.           UMI FAJAR W                                              Diterima
21.           ZIDAN ILHAM                                               Diterima
22.           ZAKKI AMRULLAH                                      Diterima
23.           HANIN NU'MA                                              Diterima
24.           LIGAR ZAUHAIR                                         Diterima
25.           SITI FATIMAH                                               Diterima
26.           M. FAKHRURROZI                                        Diterima
27.           M. ZAKY F                                                  Diterima
28.           IMANINA SALWA                                       Diterima
29.           IRFAN SYAIFULLAH                                  Diterima
30.           ALFIDA VINO                                             Diterima
31.           TIARA RIZKI                                               Diterima
32.           LOCITA AURELLIA                                     Diterima
33.           AYUNDA MULYA                                       Diterima
34.           M. TEGAR TORANINO                                Diterima
35.           ALVIAN SETIA                                           Diterima
36.           WAHYU EKA GALUH                                Diterima
37.           NAJWA SYIFA HAMDALA                        Diterima
38.           NISSHA PUTRI                                           Diterima
39.           TUTUT NURHALIZA                                   Diterima
40.           FANY SALMA                                           Diterima
41.           NAILA FAUZIA                                          Diterima
42.           ANISA RAHMADINI                                    Diterima
43.           NABIL FIKRI AULIA                                    Diterima
44.           M. ZAKKY ILHAM                                       Diterima
45.           ANGGITA RAHMA P                                   Diterima
46.           SITI NOER INDAH SARI                               Diterima
47.           RESTU AYUNDA                                        Diterima
48.           ANINDYA RAINA                                        Diterima
49.           RIO                                                              Diterima
50.           DAMAR SARAH                                          Diterima
51.           AMELIA WAHYU PD                                    Diterima
52.           SYAKURNANDA                                         Diterima
53.           ITSNA                                                          Diterima
54.           DIYAS ADI NUGROHO                                Diterima
55.           NISRINA AHNAF                                         Diterima
56.           UMAR                                                         Diterima
57.           M. RIFKI HENDARTI                                    Tidak diterima
58.           RIZKI RADEN R                                           Diterima
59.           AMELIA AFIFATUZ Z                                 Diterima
60.           KHOIRUN NISA                                          Diterima
61.           KHOIRIYAH FEBI S                                    Cadangan
62.           IKA NOVIANA PUTRI                                 Cadangan
63.           NAYLA ANGGUN P                                   Cadangan
64.           NOUFAL ARKHANUL                                Cadangan
65.           SHELA ARMEILIKA                                    Cadangan
66.           FHAISAL IBRAHIM                                     Cadangan
67.           RIZKA ALIYA                                            Cadangan
68.           AISYAH SEKAR DINANTI                          Cadangan
69.           HAFILLUDIN ADANA                                 Cadangan
70.           HANUUM ARWIYANNISA                          Cadangan
71.           Rahma Raissa                                           Cadangan
72.           BILQIS                                                        Cadangan
73.           ARDIHAN IMAN SYAT                               Cadangan
74.           ABINAZ ZAHRA                                         Cadangan